
Di sektor asuransi, total aset industri mencapai Rp1.184,72 triliun atau tumbuh 1,86 persen secara tahunan. Sementara aset dana pensiun meningkat 6,47 persen menjadi Rp1.680,57 triliun.
Pada sektor pembiayaan, piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 1,88 persen menjadi Rp511,26 triliun. Outstanding pinjaman daring (Pindar) juga meningkat 25,88 persen menjadi Rp105,14 triliun, sedangkan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) perusahaan pembiayaan melonjak 57,02 persen.
OJK menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui penguatan tata kelola, pendalaman pasar keuangan, percepatan transformasi digital, serta peningkatan pelindungan konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi global.(*)





