
“Kerja sama internasional bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman, melainkan instrumen pembangunan yang harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas aparatur menjadi investasi penting agar setiap potensi daerah dapat diterjemahkan menjadi peluang kolaborasi global,” kata Prof. Darwis.
Anggota tim pengabdian, Ishaq Rahman, S.IP., M.Si. Dosen ,Hubungan Internasional Unhas ini mengulas urgensi, mekanisme, serta peluang kerja sama internasional bagi Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Ia menjelaskan bahwa diplomasi daerah saat ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan melalui kolaborasi lintas negara.
“Bulukumba memiliki berbagai modal yang dapat dipromosikan di tingkat internasional, mulai dari sektor kemaritiman, industri perahu Pinisi, pariwisata, hingga komoditas unggulan. Tantangannya bukan pada minimnya potensi, melainkan bagaimana potensi tersebut dikemas menjadi proposal kerja sama yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra,” kata Ishaq.
Sementara itu, Endang dari Baperida Kabupaten Bulukumba mengangkat persoalan yang berbeda. Ia menanyakan strategi meningkatkan kualitas presentasi berbagai inovasi daerah yang selama ini telah berhasil menarik perhatian dalam berbagai kompetisi, namun belum memperoleh hasil maksimal karena aspek penyajian.





