
Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai cara memerah dan menyimpan ASI, tanda bayi mendapatkan ASI yang cukup, serta berbagai tantangan menyusui yang umum dialami ibu.
“Keberhasilan menyusui dimulai sejak masa kehamilan, bukan setelah bayi lahir. Karena itu, ibu perlu membekali diri dengan pengetahuan yang benar, membangun kepercayaan diri, dan melibatkan suami maupun keluarga sebagai sistem pendukung,” ujarnya.
Materi lainnya disampaikan Penyuluh Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nuraeni, yang membahas Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Menurutnya, Buku KIA menjadi panduan penting untuk memantau kesehatan ibu sejak kehamilan hingga masa nifas, sekaligus memantau tumbuh kembang anak.
“Buku KIA memuat informasi lengkap mengenai jadwal pemeriksaan kehamilan, pemantauan pertumbuhan janin, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, pemberian imunisasi, pemantauan status gizi, hingga tahapan tumbuh kembang anak sesuai usianya,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus diteruskan kepada keluarga dan masyarakat untuk memperkuat dukungan terhadap keberhasilan ASI eksklusif.(*)





