
Perubahan kebijakan hendaknya dipandang sebagai peluang untuk melakukan pembenahan. Perguruan tinggi dituntut menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran, tata kelola akademik, hingga penyusunan instrumen akreditasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Jangan menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Justru dari tantangan lahir berbagai solusi yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” kata Prof. JJ.
Prof. JJ berharap diskusi yang berkembang selama forum akan menghasilkan rekomendasi sebagai masukan bagi pemerintah dalam penyempurnaan kebijakan penjaminan mutu.
“Kami berharap berbagai gagasan yang lahir dari forum ini dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan nasional sehingga sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi semakin adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran,” kata Prof. JJ.
Rangkaian forum diisi dengan paparan best practice pengusulan Akreditasi Internasional Perguruan Tinggi (AIPT) oleh Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta.Melalui pemaparan tersebut, peserta mendiskusikan berbagai strategi dalam membangun budaya mutu yang berdaya saing global.





