MakassarNews

Munafri Sabet Dua Penghargaan Sekaligus di detiktimur Awards 2026, Ekonomi Kreatif dan Tata Kota

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali mendapat apresiasi atas kiprahnya dalam mendorong inovasi pembangunan daerah. Kali ini, Munafri meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang detiktimur Awards 2026 yang digelar detikcom, Jumat malam (7/8/2026).

Dua penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Pemerintah Kota Makassar dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif anak muda serta inovasi penataan kota dan penguatan UMKM.

Penghargaan pertama diraih dalam kategori Figur Akselerator Kemajuan: Inovator Ekosistem Ekonomi Kreatif Anak Muda. Apresiasi ini diberikan atas pengembangan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai ruang kolaborasi sekaligus wadah bagi talenta muda untuk mengembangkan kemampuan dan potensi mereka.

Sementara penghargaan kedua diberikan dalam kategori Program Inovasi Pembangunan: Inovasi Tata Kota dan Akselerator UMKM Inklusif. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas langkah Pemkot Makassar dalam melakukan pembenahan ruang publik dan penataan perparkiran di sejumlah kawasan strategis, termasuk kawasan Anjungan Pantai Losari.

BACA JUGA  Ketua TP PKK Kota Makassar Apresiasi Penyaluran 5.500 Paket Sembako untuk Pekerja Keagamaan

Munafri hadir langsung menerima dua penghargaan tersebut. Usai menerima anugerah, ia mengatakan apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen pemerintah kota dalam menyediakan ruang kreatif bagi generasi muda sekaligus membenahi fasilitas perkotaan.

“Penghargaan ini diberikan kepada Pemerintah Kota Makassar melalui ruang kreatif yang diciptakan untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda, khususnya di Makassar, untuk upskilling. Kita ingin memastikan anak-anak di Kota Makassar mendapatkan dukungan pemerintah dalam rangka mengembangkan bakat dan potensi mereka,” ujar Munafri.

Menurutnya, pengembangan ekosistem ekonomi kreatif perlu berjalan beriringan dengan upaya menciptakan ruang kota yang tertata dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

BACA JUGA  Lahan Makam Makassar Mulai Menipis, Pemkot Jajaki Lokasi TPU di Maros

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemkot Makassar adalah penataan perparkiran, khususnya parkir liar yang dinilai kerap mengganggu fungsi ruang publik.

“Kami terus berupaya bagaimana mengurai perparkiran yang ada di kota ini dan memastikan ruang-ruang publik diperuntukkan kepada masyarakat yang berhak menggunakannya. Mungkin ini belum sempurna, tapi kami terus menyempurnakan, terkhusus persoalan parkir liar yang akan terus kami selesaikan di Kota Makassar,” tegasnya.

Munafri menilai penghargaan tersebut bukan hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap program yang telah dijalankan, tetapi juga menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus melakukan pembenahan.

Ia berharap pengembangan potensi generasi muda melalui ekonomi kreatif dapat berjalan selaras dengan penataan kota, sehingga mampu mewujudkan Makassar sebagai kota yang semakin inklusif, nyaman, dan berkelanjutan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button