
“Kita punya ekosistem yang bisa scale up bisnis-bisnis waste management yang dari UMKM. Mungkin nanti akan ada pertemuan lanjutan dengan dinas-dinas terkait untuk membahas permasalahan ini,” jelasnya.
TDA Makassar menilai sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Karena itu, pihaknya mendorong semakin banyak UMKM melihat sektor persampahan sebagai peluang usaha baru.
“Banyak yang mengelola sampah di Makassar, tetapi yang melihat sampah itu bernilai belum banyak. Jadi sasarannya adalah UMKM, supaya banyak yang muncul dari peluang bisnis pengelolaan sampah ini,” katanya.
Reza menyebut TDA Makassar saat ini memiliki sekitar 3.000 anggota, dengan sekitar 90 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM. Basis tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk membangun ekosistem usaha persampahan.
“Fokusnya pada pembinaan dan pendampingan. Kita buat ekosistem pengusahanya,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi dengan Pemkot Makassar dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha persampahan yang memiliki tata kelola bisnis yang baik sekaligus membuka peluang ekonomi baru.





