
Ketua Tim Pengabdian, Ir. Baginda Hamzah, S.T., M.B.A., menjelaskan pengenalan AI berangkat dari kebutuhan praktis pelaku UMKM. Peserta didorong memahami penggunaan teknologi melalui tahapan yang dapat diterapkan secara mandiri dalam kegiatan pemasaran sehari-hari.
“Pemanfaatan AI tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Dari hal sederhana seperti membuat logo, poster, atau video promosi secara mandiri, pelaku UMKM sudah dapat menghasilkan perubahan dalam cara produk mereka dikenal dan dipasarkan,” jelas Baginda.
Pembelajaran berlangsung melalui praktik langsung. Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan sejumlah platform berbasis AI, seperti ChatGPT, Canva AI, dan CapCut AI. Berbagai perangkat tersebut membantu peserta mengembangkan ide promosi, menyusun konsep konten, merancang identitas visual, sampai menghasilkan materi promosi dalam bentuk gambar dan video.
Lebih lanjut, Baginda menambahkan, pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengurangi ketergantungan pada layanan produksi konten eksternal. Keterampilan tersebut juga memberi ruang bagi pelaku usaha mengelola promosi produk secara lebih mandiri.





