MakassarNews

Menteri Transmigrasi Dorong Unhas Perkuat SDM Unggul hingga Pelosok Indonesia

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil peran lebih besar dalam mencetak dan menghadirkan sumber daya manusia (SDM) unggul hingga ke pelosok Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Iftitah saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Hasanuddin Tahun 2026 di JK Arenatorium GOR Unhas, Makassar, Selasa (11/8/2026).

Iftitah menilai Unhas memiliki posisi strategis sebagai pusat keunggulan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi di kawasan Indonesia Timur. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak cukup hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

“Saya melihatnya sebagai epicentrum, center of excellence di Indonesia Timur yang ingin membangun bagaimana Indonesia Timur itu tidak tertinggal oleh Barat,” ujar Iftitah.

Menurutnya, pemerataan pembangunan membutuhkan ketersediaan SDM berkualitas di seluruh wilayah Indonesia. SDM unggul dinilai penting agar masyarakat mampu mengelola potensi daerah secara mandiri dan memastikan kekayaan sumber daya alam berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA  70 Mahasiswa Unhas Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih

“Jangan sampai negaranya kaya tetapi rakyatnya miskin,” tegasnya.

Iftitah juga menyoroti masih ditemukannya berbagai persoalan di daerah, termasuk aktivitas bisnis pihak asing yang menurutnya terkadang berlangsung tanpa diketahui masyarakat maupun pemerintah setempat.

Karena itu, ia berharap perguruan tinggi dapat semakin aktif mendampingi masyarakat di daerah sekaligus memperkuat kapasitas lokal.

“Saya yakin Universitas Hasanuddin kelak bisa menjadi mercusuar pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi di Indonesia Timur,” katanya.

Transmigrasi Patriot Diperluas

Dalam kesempatan tersebut, Iftitah juga memaparkan pengembangan program Transmigrasi Patriot yang melibatkan perguruan tinggi dalam membantu masyarakat di kawasan transmigrasi.

Menurutnya, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan pemerintah daerah karena memberikan manfaat langsung. Keterlibatan mahasiswa dan akademisi tidak hanya terbatas pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Ia mencontohkan mahasiswa yang sebelumnya menggelar kelas bahasa Inggris dan kegiatan ekstrakurikuler bagi masyarakat transmigrasi.

“Di tahun lalu saja, meskipun kita hanya memberikan dana riset dan pemetaan potensi ekonomi, ternyata yang mereka lakukan lebih daripada itu. Sore hari mereka membuat kelas English Corner, kemudian extracurricular untuk masyarakat-masyarakat transmigrasi,” jelasnya.

BACA JUGA  Unhas Dorong UMKM Perempuan Pulau Barrang Caddi Go Digital Lewat Program Sea-to-Table

Sejumlah perguruan tinggi juga turut membantu menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar di kawasan transmigrasi, termasuk kebutuhan air bersih di Papua.

Tahun ini, dukungan program diperluas. Pemerintah tidak hanya menyediakan pendanaan riset, tetapi juga dana pengabdian kepada masyarakat.

“Sekarang tahun ini, kita tidak hanya memberikan dana riset, tetapi kita juga memberikan dana untuk pengabdian masyarakat,” katanya.

Iftitah menyebut sekitar 200 tim akan mendapatkan dukungan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di 53 kawasan transmigrasi. Sebanyak 10 kawasan di antaranya berada di Papua, sementara kawasan lainnya tersebar termasuk di wilayah Sulawesi.

Program tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok Indonesia. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button