
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat penanganan terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran. Melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Pemkot Makassar menggalang donasi dari aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah diarahkan bergerak sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Penanganan dilakukan mulai dari penyaluran bantuan hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Menurut Munafri, kehadiran pemerintah tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi berlanjut pada tahap penanganan pascabencana melalui koordinasi lintas instansi.
Pada penyaluran awal, bantuan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak berdasarkan koordinasi bersama pemerintah kecamatan. Karena kebutuhan makanan, minuman, biskuit, dan layanan dapur umum telah terpenuhi melalui dinas terkait serta bantuan masyarakat, KORPRI memprioritaskan bantuan nonpangan.
Bantuan tersebut antara lain berupa terpal, pakaian dalam, sandal, perlengkapan mandi seperti sabun dan sampo, serta kebutuhan anak-anak. Pada tahap pertama, sebanyak 100 dus susu UHT telah disalurkan kepada keluarga korban.
Mengingat dampak kebakaran yang cukup luas, bantuan tidak hanya diberikan dalam satu tahap. Pengurus KORPRI Makassar terus menghimpun donasi ASN yang nilainya telah mencapai puluhan hingga mendekati ratusan juta rupiah untuk disalurkan pada tahap berikutnya.
Munafri menjelaskan, pembagian tugas antarinstansi dilakukan agar kebutuhan korban dapat ditangani secara lebih terarah. Dinas Sosial menangani penyediaan makanan utama, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menangani kebutuhan logistik kebencanaan lainnya.
Sementara itu, bantuan dari KORPRI diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi warga, seperti pakaian, perlengkapan sehari-hari, hingga obat-obatan.
Di tengah meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau dan cuaca panas, Munafri juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di lingkungan rumah masing-masing.
Pada awal Agustus, sejumlah kebakaran besar melanda kawasan permukiman warga, di antaranya di Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, serta Jalan Kandea, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala.
Menurut Munafri, sebagian kasus kebakaran dapat dipicu oleh korsleting listrik maupun kelalaian dalam aktivitas rumah tangga. Karena itu, masyarakat diminta melakukan langkah pencegahan sederhana, termasuk tidak membiarkan kabel charger tetap terhubung ke sumber listrik ketika tidak digunakan.
Warga juga diminta memeriksa kondisi kabel dan stop kontak secara berkala serta berhati-hati ketika menggunakan kompor dan tabung gas.
Dari sisi penanganan kedaruratan, Pemkot Makassar memastikan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) tetap bersiaga selama 24 jam. Kesiapsiagaan tersebut diperlukan untuk mempercepat waktu respons ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Munafri menilai kecepatan penanganan sangat penting untuk mencegah api meluas sekaligus menekan potensi kerugian yang dialami masyarakat.
Sementara pada tahap pascabencana, Dinas Sosial, BPBD, camat, dan lurah diminta memastikan pendampingan terhadap warga terdampak berjalan optimal.
Munafri mengajak masyarakat menjadikan kewaspadaan dan pencegahan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, upaya sederhana di tingkat rumah tangga dapat membantu mengurangi risiko kebakaran sekaligus melindungi keselamatan warga dan lingkungan. (*)





