
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan pembangunan zona integritas kepada mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Aula Lantai 1 Fakultas Kehutanan Unhas, Kamis (13/8/2026).
Materi tentang pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) disampaikan Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi sekaligus Manager Area Perubahan Pembangunan Zona Integritas Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Astuti, S.Hut., M.Si., IPU.
Prof. Astuti menjelaskan, pembangunan zona integritas bertujuan mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, penerapan zona integritas penting untuk memastikan layanan kepada dosen, mahasiswa, dan masyarakat berlangsung lebih optimal serta bebas dari praktik korupsi.
Fakultas Kehutanan Unhas juga terus memperkuat digitalisasi pelayanan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus meminimalkan potensi terjadinya gratifikasi. Proses pembelajaran, termasuk seminar, ujian, dan pengumpulan tugas, telah memanfaatkan SIKOLA (Sistem Kelola Pembelajaran) sehingga mengurangi kontak langsung antara mahasiswa dan dosen.
Selain itu, kanal pengaduan juga telah tersedia melalui sistem berbasis barcode. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait pelayanan atau dugaan gratifikasi melalui saluran pengaduan dan Whistle Blowing System (WBS).
“Dalam pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dibutuhkan sinergi antara pimpinan, dosen, tendik dan mahasiswa,” ujar Prof. Astuti.
Ia menambahkan, mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung zona integritas, di antaranya menjadi agen perubahan, melakukan pengawasan partisipatif, mengedukasi lingkungan kampus, memperkuat budaya bersih dan melayani, serta menjaga kebersihan.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya memahami pentingnya integritas, tetapi juga ikut membangun budaya antikorupsi dan pelayanan yang transparan sejak berada di lingkungan kampus. (*)





