
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kompetensi dan keunggulan yang memberikan nilai lebih. Dengan kapasitas tersebut, mereka tidak hanya menjadi pencari pekerjaan atau peluang, tetapi dapat menjadi individu yang dibutuhkan karena keahlian yang dimiliki.
“Jangan kita yang disetir oleh keadaan. Kita harus punya posisi sendiri untuk melihat bagaimana keadaan sehingga kita yang dibutuhkan oleh keadaan,” ujarnya.
Selain kemampuan akademik, Appi mendorong mahasiswa aktif berorganisasi dan membangun relasi selama berada di lingkungan kampus.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi berperan dalam pembentukan karakter sekaligus memperluas jejaring yang dapat menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia profesional.
Appi juga membagikan pengalaman ketika menjalani pendidikan sambil bekerja. Ia mengaku pernah menjadi penyiar radio dan harus mempelajari berbagai kemampuan secara mandiri untuk menunjang pekerjaannya.
“Pola pengembangan diri yang kita lakukan, silakan mengembangkan diri sesuai dengan apa yang kita inginkan. Supaya apa? Kita punya bargaining yang kuat dengan keadaan,” tuturnya.
Ia menilai keberanian untuk terus mengembangkan diri sesuai minat dan potensi masing-masing akan menjadi modal penting dalam menentukan posisi dan peluang di masa depan.





