
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Tahun 2026 di Kecamatan Panakkukang, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan program kerja, memperkuat koordinasi antar-kader, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program PKK dari tingkat kelurahan hingga kecamatan agar berjalan efektif dan berkelanjutan.
Melinda menegaskan, SMEP tidak sekadar menjadi agenda evaluasi administratif. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melihat kondisi di lapangan, mengidentifikasi berbagai kendala, serta memastikan program PKK benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
“SMEP ini bukan hanya tentang laporan, tetapi bagaimana kita memastikan program yang kita jalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga dan masyarakat,” ujar Melinda.
Pada 2026, TP PKK Kota Makassar memfokuskan program pada sejumlah agenda strategis, seperti percepatan penanganan stunting, penguatan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan anak, hingga pelestarian lingkungan.
Melinda mengatakan, seluruh agenda tersebut memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat.
Persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, turut menjadi perhatian. Melinda mengajak kader PKK menggalakkan gerakan “Pilah Sampah dari Rumah” agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat.
“Kalau kita ingin Makassar Bebas Sampah 2029, perubahan itu harus dimulai dari rumah. Kader PKK punya posisi yang sangat strategis untuk mengedukasi keluarga, mulai dari memilah sampah hingga memastikan sampah dikelola dengan benar,” tegasnya.
Menurutnya, kedekatan kader PKK dengan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mendorong perubahan perilaku hingga tingkat keluarga. Edukasi pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada imbauan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan keteladanan sehari-hari.
Selain lingkungan, Melinda juga menekankan pentingnya validitas data dalam pelaksanaan program PKK. Data dari tingkat bawah hingga kecamatan harus menggambarkan kondisi sebenarnya sehingga dapat menjadi dasar untuk mengukur capaian dan menentukan langkah strategis.
“Data yang kita laporkan harus menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Dari sana kita bisa melihat mana yang sudah berjalan baik, mana yang perlu diperbaiki, dan apa yang harus kita lakukan bersama,” jelasnya.
Melalui SMEP 2026, TP PKK Kota Makassar terus mendorong peningkatan kapasitas, kreativitas, dan kepedulian sosial para kader. Keberhasilan program, kata Melinda, tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga kemampuan kader menerjemahkannya menjadi aksi yang mudah diterapkan masyarakat.
Ia berharap jajaran TP PKK Kecamatan Panakkukang semakin solid serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat.
“PKK harus hadir dekat dengan masyarakat. Kita tidak hanya menjalankan program, tetapi harus memastikan program itu menjawab kebutuhan keluarga dan memberikan perubahan yang nyata,” pungkas Melinda.
Pelaksanaan SMEP di Kecamatan Panakkukang diharapkan dapat mempercepat pencapaian program prioritas Pemerintah Kota Makassar sekaligus memperkuat gerakan bersama menuju Makassar yang bersih dan ramah lingkungan pada 2029. (*)





