
SOLUSIMEDIA.ID, MANGGARAI TIMUR — Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat pendampingan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Hingga hari ketiga pelaksanaan, sebanyak 64 warga telah mendapatkan layanan kesehatan dan obat-obatan. Sementara itu, 13 anak memperoleh pendampingan psikososial melalui berbagai aktivitas yang dirancang untuk membantu pemulihan kondisi mental pascabencana.
Pada Jumat (21/8/2026), tim kesehatan KKN-TB Unhas memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di wilayah pendampingan. Di lokasi yang sama, tim psikososial mengajak anak-anak mengikuti senam pagi, mewarnai, dan menyusun puzzle.
Pendampingan bagi anak-anak kemudian dilanjutkan pada Sabtu (22/8/2026) melalui kegiatan senam pagi dan trauma healing. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak di tengah situasi pascabencana.
Selain layanan kesehatan dan psikososial, tim Unhas juga membantu pemenuhan kebutuhan fasilitas dasar. Tim lapangan melakukan survei kebutuhan WC untuk memetakan kondisi sanitasi warga serta memasang penerangan di sejumlah lokasi yang membutuhkan.
Anggota Tim KKN-TB Unhas, Muhammad Aflahal Mukmin, mengatakan aktivitas masyarakat secara perlahan mulai kembali berdasarkan pemantauan tim di lapangan. Namun, mobilitas warga masih terbatas dan kebutuhan pendampingan pascabencana masih cukup tinggi.
“Perubahan yang paling terlihat adalah warga mulai lebih terbantu secara kebutuhan dasar, terutama logistik, dan lebih tenang secara psikologis,” ujar Aflahal.
Menurutnya, dampak kehadiran tim dalam tiga hari pertama memang belum terlalu terlihat pada aspek pembangunan fisik. Namun, dukungan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat mulai dirasakan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan pendampingan psikologis.
Di sisi lain, kondisi masyarakat di sejumlah desa yang menjadi lokasi pendampingan masih dipengaruhi gempa susulan. Situasi tersebut membuat aktivitas dan mobilitas warga belum sepenuhnya kembali normal.
Ketua Pendamping Tim Unhas, Ilham Alimuddin, S.T., M.Gis., Ph.D., terus memantau perkembangan di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Pendampingan dilakukan secara fleksibel berdasarkan kebutuhan yang ditemukan, meliputi kesehatan, psikososial, logistik, sanitasi, hingga fasilitas dasar di posko.
Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi
Sementara itu, berdasarkan pembaruan kanal utama BMKG pada Jumat (21/8/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat 4.638 gempa susulan setelah gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7.
Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sementara sebanyak 119 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemulihan. Tim KKN-TB Unhas pun terus menyesuaikan pola pendampingan dengan perkembangan situasi agar bantuan yang diberikan tetap aman, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. (*)





