
Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan yang disampaikan Abdul Malik Faisal, penguatan literasi dan inklusi keuangan disebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang mandiri dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik kolaborasi OJK, LPS, lembaga jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan edukasi keuangan yang dapat menjangkau pelajar sejak usia dini,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan produk keuangan, tetapi juga membentuk kebiasaan menabung dan disiplin dalam mengelola uang untuk mendukung masa depan.
Sementara itu, Moch. Muchlasin mengingatkan para pelajar bahwa menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar.
“Menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyisihkan sebagian uang saku atau uang jajan secara rutin,” kata Muchlasin.
Ia menegaskan, konsistensi menjadi hal utama dalam membangun budaya menabung.
“Yang terpenting bukan seberapa besar uang yang ditabung, tetapi kebiasaan dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian uang secara konsisten,” lanjutnya.





