
Salah satunya melalui pengembangan urban farming. Program tersebut dinilai menjadi solusi kreatif untuk memanfaatkan ruang terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat perkotaan.
Pemkot Makassar juga terus mendorong kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Upaya tersebut dilakukan dengan mengajak masyarakat membangun kesadaran pengelolaan sampah mulai dari lingkungan rumah.
Pengelolaan sampah di Kecamatan Wajo turut diperkuat melalui keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Munafri berharap berbagai potensi tersebut terus dikembangkan secara berkelanjutan. Ia ingin Kecamatan Wajo tidak hanya dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas ekonomi yang tinggi, tetapi juga menjadi contoh dalam menjaga toleransi, mengembangkan kreativitas, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Semangat kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga. Wajo punya potensi besar dan harus terus dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta Kota Makassar,” tutup Munafri. (*)





