MakassarNews

Unhas Resmikan Campus Immigration Point, Perkuat Layanan Mobilitas Internasional

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat ekosistem internasionalisasi kampus dengan menghadirkan Campus Immigration Point (CIP). Fasilitas ini menjadi layanan keimigrasian yang lebih dekat bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga mitra internasional Unhas.

CIP Unhas diresmikan langsung oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Kamis (10/9/2026). Peresmian turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi dan Kealumnian Prof. Ir. Suharman Hamzah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan Friece Sumolang, Konsul Jenderal Australia di Makassar Sarah Storey, serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar Abdi Widodo Subagio.

Kehadiran CIP menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keimigrasian di lingkungan perguruan tinggi. Layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah sivitas akademika yang memiliki kebutuhan mobilitas internasional, baik untuk kegiatan pendidikan, penelitian, kerja sama maupun aktivitas akademik lainnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan Friece Sumolang mengatakan CIP Unhas untuk sementara masih berada dalam tahap uji coba. Namun, layanan tersebut diproyeksikan terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Untuk sementara masih dalam tahap uji coba. Namun, ke depan tentu kita tidak berhenti di sini. Kami akan terus memperluas layanan hingga dapat diakses seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Friece.

BACA JUGA  Andi Tenri Anna Dikukuhkan sebagai Bunda Forum Anak Daerah Makassar 2024-2025

Salah satu layanan yang tersedia adalah pengurusan paspor. Masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut tidak harus langsung mendatangi kantor imigrasi pada tahap awal karena proses pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi M-Paspor.

Untuk tahap awal, CIP Unhas beroperasi setiap Selasa dan Kamis. Layanan paspor dibatasi sebanyak 25 pemohon per hari, sedangkan layanan bagi warga negara asing tidak dibatasi.

Ke depan, frekuensi layanan ditargetkan dapat ditingkatkan hingga tersedia setiap hari.

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa mengatakan kehadiran CIP memiliki arti strategis bagi Unhas yang terus mendorong penguatan status sebagai World Class University.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya memberikan kemudahan administratif bagi sivitas akademika, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan pemerintah kepada Unhas sebagai mitra strategis dalam mendukung mobilitas internasional.

“Kami berharap peran ini dapat menjadi contoh, khususnya bagi perguruan tinggi di Indonesia Timur. Bagi Unhas sendiri, fasilitas ini sangat penting, mengingat semakin meningkatnya mobilitas sivitas akademika ke berbagai negara,” kata Prof. JJ.

BACA JUGA  FKG Unhas dan Hokkaido University Bahas Masa Depan Perawatan Penyakit Periodontal

Mobilitas internasional di Unhas terus berkembang. Setiap tahun, ratusan mahasiswa dan dosen melakukan berbagai aktivitas akademik maupun profesional di luar negeri. Pada saat yang sama, ratusan dosen, peneliti, dan mahasiswa asing juga datang ke Unhas untuk menjalankan kegiatan pendidikan, penelitian, maupun kerja sama.

Dengan kondisi tersebut, keberadaan CIP di lingkungan kampus dinilai dapat mempercepat dan mempermudah akses terhadap layanan keimigrasian.

Lebih jauh, fasilitas ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan administratif, tetapi turut memperkuat ekosistem internasionalisasi Unhas. Kemudahan layanan keimigrasian menjadi salah satu faktor pendukung agar mobilitas sivitas akademika dan mitra internasional dapat berlangsung lebih efektif.

Kehadiran CIP Unhas sekaligus membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam menghadirkan layanan publik yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dengan pengembangan layanan secara bertahap, CIP diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung Unhas sebagai perguruan tinggi berorientasi global sekaligus memperluas manfaat kampus bagi masyarakat di kawasan Indonesia Timur. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button