EducationInspirationMakassarNewsTech

Unhas Luncurkan Lima Program Strategis untuk Kampus Masa Depan di Puncak Perayaan Diesnatalis ke-70

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan lima program strategis pada puncak peringatan Dies Natalis ke-70, Kamis (10/9/2026). Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat kualitas layanan, tata kelola, kesejahteraan sivitas akademika, hingga kapasitas riset Unhas dalam menghadapi tantangan masa depan.

Lima program yang diperkenalkan yakni Unhas Prime, Unhas Excellent Program Indicator (EPI), Campus Immigration Point (CIP Unhas), Unhas Satu Data, dan Critical Mineral Institute.

Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama Ketua Majelis Wali Amanat, Ketua Senat Akademik, Ikatan Alumni Unhas, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan.

Unhas Prime, Integrasikan Kesehatan Fisik, Mental, dan Spiritual

Program Unhas Prime dikembangkan sebagai pendekatan menyeluruh terhadap kesehatan sivitas akademika. Program ini mengintegrasikan aspek kesehatan fisik, mental, dan spiritual dalam satu sistem yang dilengkapi indikator serta basis data.

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa mengatakan, program tersebut dirancang agar kondisi kesehatan sivitas dapat dipantau secara berkelanjutan dan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut.

“Unhas Prime ingin kita jadikan contoh. Ini kombinasi program kesehatan fisik, mental, dan spiritual yang menyatu dalam satu program. Ada indikatornya, ada databasenya, dan terus dimonitor,” kata Prof. JJ.

Pemantauan dilakukan melalui medical check-up (MCU) dan penguatan pemeriksaan psikologis. Aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian melalui pengukuran tingkat stres serta identifikasi faktor yang memengaruhinya.

Dengan dukungan basis data, kondisi sivitas diharapkan dapat dipetakan secara lebih terukur sehingga pengembangan program kesehatan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga berkelanjutan.

BACA JUGA  DPRD Kota Makassar Ingatkan Pemkot Agar Kebijakan TPP Tidak Memberatkan ASN

EPI, Perkuat Pengukuran Kualitas dan Kesejahteraan

Pada aspek kesejahteraan, Unhas memperkenalkan Excellent Program Indicator (EPI). Program ini diarahkan menjadi instrumen untuk mengukur dan memantau capaian kualitas serta kesejahteraan sivitas akademika.

Pengembangan indikator tersebut diharapkan membantu universitas memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan perkembangan kesejahteraan di lingkungan kampus.

Melalui EPI, Unhas ingin memastikan bahwa peningkatan kualitas institusi berjalan beriringan dengan perhatian terhadap sivitas akademika sebagai bagian penting dari ekosistem perguruan tinggi.

CIP Unhas, Dekatkan Layanan Keimigrasian

Program ketiga adalah Campus Immigration Point (CIP Unhas), layanan keimigrasian yang dihadirkan langsung di lingkungan kampus.

Fasilitas ini memberikan akses yang lebih mudah bagi sivitas akademika dan mitra internasional dalam memenuhi kebutuhan administrasi keimigrasian, termasuk pengurusan paspor dan visa.

Kehadiran CIP juga menjadi bagian dari upaya Unhas memperkuat ekosistem internasionalisasi. Unhas menargetkan jumlah mahasiswa asing dapat mencapai 1.000 orang pada tahun mendatang.

Peningkatan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan perluasan jejaring global dan semakin banyaknya mahasiswa, dosen, serta peneliti dari berbagai negara yang beraktivitas di Unhas.

Satu Data, Dorong Tata Kelola Berbasis Informasi Terpadu

Di bidang tata kelola, Unhas mulai mengembangkan konsep Satu Data. Sistem ini diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai data yang tersedia di lingkungan universitas agar dapat diakses dan dimanfaatkan secara lebih terpadu.

BACA JUGA  Unhas dan UB Berbagi Praktik Baik Tata Kelola Informasi dan Keprotokolan

Rektor Prof. Jamaluddin Jompa mengatakan, pengembangan satu data menjadi langkah awal untuk memperkuat pengelolaan universitas berbasis informasi yang akurat dan terintegrasi.

“Ini menjadi awal bagi kita untuk bisa berbuat lebih jauh. Kita akan mengembangkan satu data yang ada di Unhas,” tutur Prof. JJ.

Dengan sistem tersebut, Unhas diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, memperkuat koordinasi antarunit, serta mendukung perencanaan dan evaluasi program secara lebih terukur.

Critical Mineral Institute, Siapkan Riset Mineral Strategis

Program kelima adalah Critical Mineral Institute, lembaga yang disiapkan untuk memperkuat kapasitas Unhas dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi di bidang mineral kritis.

Bidang ini memiliki arti strategis bagi perkembangan teknologi dan industri masa depan. Karena itu, Unhas mendorong penguatan kapasitas akademik dan riset agar dapat berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan serta inovasi di sektor mineral kritis.

Kehadiran lembaga tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dengan pemerintah, industri, maupun mitra akademik dalam dan luar negeri.

Peluncuran lima program ini menjadi bagian dari agenda pengembangan Unhas memasuki tujuh dekade perjalanan. Fokusnya mencakup penguatan kualitas, pemanfaatan data, internasionalisasi, kesejahteraan sivitas, serta pengembangan bidang riset strategis.

“Terima kasih atas dukungan Bapak dan Ibu semua. Ini menjadi awal bagi kita untuk berbuat lebih banyak dan membawa Unhas terus bergerak ke depan,” ujar Prof. JJ. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button