
“Ya, tentu ini adalah upaya yang kita lakukan secara bersama-sama untuk memastikan stok ketersediaan BBM memenuhi kebutuhan masyarakat, serta teknis operasional di SPBU dimaksimalkan,” ujar Appi.
Sejumlah langkah strategis disiapkan untuk menjaga kelancaran distribusi dan mengurai antrean kendaraan. Langkah tersebut antara lain penerapan sistem ganjil-genap, pembukaan layanan SPBU selama 24 jam, penambahan kuota BBM, serta pengaturan waktu dan jalur khusus bagi kendaraan besar seperti truk dan bus.
Selain itu, opsi bekerja dari rumah (WFH) bagi pegawai dan pembelajaran daring bagi siswa juga disebut sebagai bagian dari langkah yang disiapkan untuk membantu mengurangi kepadatan mobilitas masyarakat.
Menurut Appi, antrean panjang di sejumlah SPBU harus segera diminimalkan karena berdampak langsung terhadap aktivitas warga, termasuk kelancaran lalu lintas.
“Berbagai upaya sudah kita lakukan. Kondisi yang terjadi di Kota Makassar dengan antrean yang panjang ini, berusaha untuk kita urai dan meminimalisir antrean panjang yang terjadi belakangan,” katanya.
Pemkot Makassar juga mendorong Pertamina untuk memastikan seluruh fasilitas pengisian BBM di SPBU dioptimalkan. Seluruh nozzle yang tersedia diminta diaktifkan dan dioperasikan secara maksimal, dengan dukungan petugas operator agar waktu pelayanan kepada konsumen dapat dipercepat.





