
Dari Fapet Unhas, hadir tim peneliti Ayam Alope, Muh. Rachman Hakim dan Muh. Misbah A. Ruhani.
Pada tahap awal, sebanyak 31 kepala keluarga dari sembilan desa dan kelurahan menerima paket bantuan yang terdiri atas bibit Ayam Alope, itik dara siap bertelur, serta bibit tanaman produktif.
Model tersebut menggabungkan beberapa sumber produksi dalam satu unit ekonomi rumah tangga. Ayam Alope diarahkan sebagai sumber protein hewani sekaligus peluang pendapatan, itik mendukung produksi telur, sedangkan tanaman produktif memperluas sumber pangan dan hasil ekonomi keluarga.
Diversifikasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan rumah tangga pada satu komoditas sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi penerima manfaat.
Ayam Alope Disiapkan untuk Peternakan Keluarga
Muh. Rachman Hakim menjelaskan, pemilihan Ayam Alope Unhas-1 didasarkan pada karakteristik ayam yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap unggas lokal dengan kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan pedesaan.
“Ayam Alope Unhas-1 dikembangkan agar mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan memiliki daya tahan yang baik. Karakter tersebut kami dorong agar dapat mendukung usaha peternakan keluarga secara lebih produktif,” kata Hakim.





