MakassarNews

Buka Pertemuan Forum Kemitraan ATM, Aliyah Dorong Penguatan Penanganan HIV/AIDS, TBC, dan Malaria

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM).

Hal tersebut disampaikan Aliyah saat membuka Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Penanggulangan ATM Bersumber Anggaran Dana Kelurahan yang diinisiasi Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES). Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (14/9/2026).

Aliyah menegaskan, persoalan ATM tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Sebagai hub sekaligus pintu gerbang kawasan Indonesia Timur, Makassar membutuhkan keterlibatan aktif seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat sipil.

Menurutnya, sektor sosial, pendidikan, dan permukiman memiliki keterkaitan erat dengan penyebaran penyakit menular. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari upaya promotif dan preventif, penemuan kasus, hingga pengobatan.

BACA JUGA  Ketua Dewan Lingkungan Hidup dan DLH Makassar Evaluasi Pembenahan TPA, Fokus Perkuat Tata Kelola Persampahan

Pemerintah Kota Makassar, kata Aliyah, terus mengalokasikan anggaran daerah untuk mendukung berbagai langkah penanggulangan ATM. Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh pasien maupun tenaga medis.

Mantan Anggota DPR RI Komisi IX tersebut menilai, penyakit menular tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Menurunnya produktivitas dan meningkatnya beban pengeluaran kesehatan dapat memperburuk kerentanan ekonomi keluarga.

Karena itu, skema pembiayaan melalui APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Kelurahan perlu dioptimalkan untuk mendukung penanganan ATM secara terintegrasi.

Perkuat Peran Kader dan Kurangi Stigma

Dukungan terhadap penguatan kemitraan juga disampaikan Ketua ADINKES Provinsi Sulawesi Selatan, M. Ishak Iskandar, yang juga menjabat Asisten I Pemprov Sulsel.

Ia menekankan bahwa pendekatan medis harus berjalan beriringan dengan perbaikan faktor lingkungan, sosial, dan perilaku. Pemanfaatan Dana Kelurahan diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan sekaligus mendorong pengurangan stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS maupun pasien TBC dan malaria.

BACA JUGA  OJK Terbitkan Peraturan Baru: Bank Umum Wajib Umumkan Perubahan Suku Bunga

Sementara itu, Program Koordinator RSSH ADINKES Sulsel, Raden Muliati, menekankan pentingnya perencanaan anggaran di tingkat kelurahan yang disusun secara inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, program penanggulangan ATM dapat diintegrasikan ke dalam agenda kelurahan yang telah berjalan, seperti sosialisasi, edukasi kesehatan, dan penguatan kapasitas kader.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin, Sekretaris Dinas Kesehatan Ahmad Asy’ari, jajaran Bappeda, 11 Kepala UPTD Puskesmas, serta para camat, lurah, dan organisasi masyarakat sipil.

Seluruh pihak berkomitmen menyatukan langkah untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, TBC, dan Malaria, sekaligus mendukung target eliminasi ketiga penyakit tersebut pada 2030. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button