NasionalNews

PT Vale Kantongi Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pemberdayaan Pangan dan Pesisir

SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), kembali meraih penghargaan atas program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Dalam ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026, PT Vale memperoleh dua Gold Awards pada kategori Corporate Social Responsibility (CSR) & Pemberdayaan Masyarakat, masing-masing untuk Bidang Pangan dan Bidang Kemaritiman.

Penghargaan tersebut diterima Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, bersama Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, dalam acara penganugerahan di Four Seasons Hotel Jakarta.

Gold Award Bidang Pangan diserahkan oleh Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Ir. Nugroho Adi Sasongko, S.T., M.Sc., MBA, Ph.D., IPU. Sementara penghargaan Bidang Kemaritiman diserahkan oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd.

Mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future,” InTechSEA Awards 2026 mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, akademisi, dan inovator untuk mendorong pengembangan solusi atas tantangan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, mengatakan dua penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam memastikan kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bagi PT Vale, keberhasilan sebuah program tidak berhenti pada pelaksanaannya, tetapi ditentukan oleh sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghasilkan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan karakter dan potensi setiap wilayah,” ujar Abu.

Program PONDATA Ubah Lahan Nonproduktif Menjadi Lahan Bernilai Ekonomi

BACA JUGA  Danny Pomanto dan Pj Gubernur Lepas dan Meriahkan PLN Mobile Herald Run

Gold Award Bidang Pangan diberikan atas Program PONDATA: Pengembangan Desa melalui Pendayagunaan Lahan yang Tangguh & Alami.

Program tersebut dikembangkan PT Vale untuk memperkuat tata kelola dan membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan dalam mengoptimalkan lahan nonproduktif menjadi lahan bernilai ekonomi melalui pemanfaatan komoditas lokal.

Dengan pendekatan partisipatif, terintegrasi, dan bertahap, PONDATA melibatkan masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.

Hingga saat ini, program tersebut telah memanfaatkan lima hektare lahan kritis menjadi lahan produktif, antara lain melalui penanaman 36.000 pohon nanas dan 200 pohon kelapa genjah.

PONDATA juga mendorong pengembangan lima produk turunan nanas, yakni selai, jus, dodol, manisan, dan keripik. Secara keseluruhan, program ini melibatkan 105 penerima manfaat langsung dan 390 penerima manfaat tidak langsung.

Restorasi Pesisir dan Pengembangan Produk Olahan Laut

Sementara itu, Gold Award Bidang Kemaritiman diraih melalui Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili.

Program ini berfokus pada peningkatan peran masyarakat dalam merespons dinamika perubahan ekosistem pesisir dan laut, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan risiko kebencanaan.

Program tersebut menerapkan Ecosystem-Based Approach (EBA), yakni pendekatan yang memanfaatkan fungsi dan jasa ekosistem sebagai bagian dari solusi atas tantangan lingkungan di kawasan pesisir dan laut.

Implementasinya mencakup pemanfaatan ekosistem seperti terumbu karang, mangrove, dan lamun dalam mendukung upaya restorasi dan konservasi.

Di sisi ekonomi, program ini turut mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan dan pemanfaatan produk olahan hasil laut. Dengan demikian, upaya perlindungan lingkungan berjalan beriringan dengan penguatan mata pencaharian masyarakat.

Kedua program tersebut mencerminkan pendekatan PT Vale dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pemanfaatan potensi wilayah, dan penciptaan kemandirian masyarakat.

BACA JUGA  PT Vale Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, Anyaman Teduhu Tampil di Ajang Dekranas 2026

Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, mengatakan dampak sosial yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat. Karena itu, kami terus mendorong pendekatan kolaboratif yang mempertemukan pengetahuan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Heriyanto.

Dinilai Juri Lintas Kementerian dan Akademisi

Proses penjurian InTechSEA Awards 2026 melibatkan juri dari berbagai kementerian, lembaga negara, badan riset, dan kalangan akademisi.

Mereka berasal antara lain dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian ESDM, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian UMKM, Komisi Nasional Disabilitas (KND), PT Produksi Film Negara (Persero) (PFN), BRIN, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri.

Keterlibatan juri lintas disiplin menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap inovasi dan program yang diajukan, termasuk aspek keberlanjutan, dampak sosial dan lingkungan, inovasi, serta potensi pengembangan dan replikasi program.

Pencapaian tahun ini melanjutkan rekam jejak PT Vale pada penyelenggaraan perdana InTechSEA pada 2025. Saat itu, PT Vale meraih Platinum Award melalui inovasi Cocogrow untuk konservasi biodiversitas Dengen, serta Gold Award pada kategori Food, Energy and Water melalui program Woliko Berkesan.

Bagi PT Vale, berbagai pengakuan eksternal tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat, memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button