MakassarNews

Appi Pastikan Pemkot Makassar Dukung Persiapan Kunjungan Presiden Prabowo ke Sulsel

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memastikan Pemerintah Kota Makassar siap mendukung rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Kunjungan Kerja Presiden Prabowo Subianto di Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (15/9/2026).

Rapat koordinasi dipimpin Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Rakor turut dihadiri para kepala daerah serta kepala dinas sosial kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, termasuk Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie.

Selain membahas persiapan kunjungan Presiden, rakor juga membahas penguatan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat serta upaya perlindungan dan pemberdayaan sosial di Sulawesi Selatan.

Appi mengatakan koordinasi lintas pemerintahan diperlukan untuk memastikan seluruh kebutuhan dalam agenda kunjungan Presiden dipersiapkan secara matang.

Menurutnya, persiapan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis kunjungan, tetapi juga memastikan pemerintah daerah dapat mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah pusat, terutama yang berkaitan dengan perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan.

BACA JUGA  Pemerintahan Appi-Aliyah Target Peningkatan Kunjungan Wisatawan ke Pulau

“Rapat koordinasi bersama Menteri Sosial, Gubernur, wali kota dan bupati, serta kepala dinas sosial kabupaten/kota ini dalam rangka persiapan rencana kedatangan Bapak Presiden Prabowo untuk meresmikan Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan yang rencananya pada bulan Oktober,” kata Appi.

Pemkot Makassar Siap Perkuat Kolaborasi

Appi menegaskan Pemkot Makassar siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung agenda tersebut.

“Kita ingin memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik dan setiap kebutuhan di lapangan terkoordinasi dengan matang,” ujarnya.

Ia juga menyebut Makassar sebagai bagian dari Sulawesi Selatan memiliki tanggung jawab untuk turut memastikan agenda kunjungan Presiden berlangsung dengan baik.

“Pemkot Makassar siap mendukung kelancaran agenda nasional ini. Kita persiapkan sebaik mungkin agar kunjungan Presiden dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” lanjutnya.

Sekolah Rakyat Jadi Bagian Strategi Penanganan Kemiskinan

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan program perlindungan serta pemberdayaan sosial.

Menurut Gus Ipul, penanganan kemiskinan perlu dilakukan melalui pendekatan yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi keluarga miskin untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Operasi Pasar Murah Meriahkan HUT Kota Makassar, Disdag Sediakan Bahan Pokok Harga Terjangkau

Ia menyebut terdapat tiga pendekatan utama dalam penanganan kemiskinan. Pertama, bantuan sosial dan subsidi untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

Kedua, program pemberdayaan sosial yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Ketiga, Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Program Sekolah Rakyat, kata dia, menjadi bagian penting karena tidak hanya berorientasi pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar dan pemberdayaan keluarga.

Program tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Pada saat yang sama, intervensi sosial juga diarahkan kepada orang tua agar keluarga penerima manfaat memiliki peluang memperbaiki kondisi ekonomi mereka.

Dengan pendekatan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta pilar-pilar sosial Kementerian Sosial menjadi bagian penting dalam memastikan program tersebut berjalan efektif di daerah,” tutur Gus Ipul. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button