
Koordinator Lapangan Umum Ekspedisi Patriot Unhas, Michel O’Brien, mengatakan penggunaan drone membantu tim dan masyarakat memperoleh gambaran kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.
“Kehadiran TEP Unhas di Fakfak Timur adalah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Selain ikut memadamkan api bersama warga, kami memprioritaskan pemetaan udara melalui drone karena arah angin dan titik api yang tertutup vegetasi sangat sulit dipantau dari darat,” ujarnya.
Menurutnya, data hasil pemantauan drone langsung diinformasikan kepada warga agar penanganan titik api dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
Kolaborasi antara masyarakat dan Tim Ekspedisi Patriot Unhas dengan dukungan teknologi tersebut dilakukan untuk membantu mencegah api meluas sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.
Hingga Rabu (16/9/2026), warga masih melakukan pemantauan dan bersiaga di sekitar lokasi. Kewaspadaan ditingkatkan menyusul kondisi cuaca yang panas serta embusan angin yang berpotensi memengaruhi penyebaran api. (*)





