MakassarNews

Unhas dan VU Amsterdam Siapkan Akademisi Indonesia Timur Menuju Jenjang PhD

Selama sesi F2F, peserta diarahkan mengembangkan gagasan penelitian, memperjelas relevansi topik, memperluas keterkaitan dengan literatur, serta menentukan pendekatan metodologi yang tepat.

Selain pembelajaran tatap muka, peserta juga akan mengikuti sesi one-to-one coaching secara daring pada awal Oktober. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta memperoleh masukan yang lebih spesifik terhadap proposal penelitian masing-masing.

Dorong Dosen Manfaatkan Peluang Studi Doktoral

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D., turut memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta.

BACA JUGA  Progres Pemekaran Luwu Raya: Gubernur Sulsel Fasilitasi Dialog Strategis Dengan Komisi II DPR RI

Pimpinan Unhas mendorong dosen dan akademisi untuk terus meningkatkan kapasitas akademik serta memanfaatkan peluang studi doktoral di luar negeri.

“Kita sekarang berada di era jejaring, era Internet of Things, bahkan telah memasuki era AI of Things. Maka jangan berhenti memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan diri,” pesan Prof. JJ.

Melalui program ini, peserta tidak hanya diarahkan menghasilkan proposal penelitian yang lebih matang, tetapi juga dipersiapkan dari sisi akademik, mental, dan strategi sebelum memulai perjalanan pendidikan PhD.

BACA JUGA  TP PKK Makassar Luncurkan Program Goes to School, Edukasi Pengelolaan Sampah untuk Pelajar

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button