
SOLUSIMEDIA.ID, BANDUNG — Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat jejaring akademik dan riset di kawasan Asia-Pasifik melalui keterlibatannya dalam School on Internet (SOI) Asia.
Sejak 2001, Unhas menjadi bagian dari jejaring yang mempertemukan institusi pendidikan dan penelitian di kawasan Asia-Pasifik melalui pemanfaatan teknologi internet untuk pendidikan, riset, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Perjalanan tersebut berlangsung di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat. Kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, ketahanan jaringan, serta kesenjangan akses digital kini menjadi tantangan baru yang perlu direspons perguruan tinggi.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga perlu memastikan pengetahuan dan teknologi mampu menjawab persoalan masyarakat.
“Ketahanan masyarakat tidak lahir dari kemampuan untuk menghindari perubahan, tetapi dari kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan bekerja sama menghadapi perubahan. Di sinilah perguruan tinggi memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan pengetahuan dan teknologi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Prof. Jamaluddin.
Menurutnya, transformasi teknologi tidak hanya berkaitan dengan perangkat dan infrastruktur, tetapi juga kesiapan individu serta kelembagaan dalam memanfaatkannya secara tepat.
Karena itu, pengembangan kapasitas perlu berjalan seiring dengan pertukaran pengetahuan, penguatan kompetensi, pengembangan riset, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan pendidikan serta masyarakat.
Bahas AI hingga Ketahanan Jaringan
Dalam forum SOI Asia, Prof. Jamaluddin hadir sebagai panelis bersama perwakilan institusi anggota lainnya. Pembahasan mencakup peran perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan teknologi, perkembangan AI, pendidikan digital, serta kebutuhan membangun jaringan yang lebih tangguh.
Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial (LTDKA) Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech., menjelaskan bahwa perjalanan Unhas bersama SOI Asia menunjukkan bagaimana sebuah jejaring dapat terus bertahan dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.
“Unhas telah mengambil bagian dari komunitas SOI Asia sejak 2001. Bandung Declaration 2026 adalah penegasan bahwa jejaring ini masih relevan untuk menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan kolaborasi akademik saat ini,” ujar Prof. Niswar.
Relevansi tersebut terlihat dari isu-isu yang dibahas dalam forum, seperti AI, keamanan siber, resilient networks, pendidikan digital, serta riset bersama yang kini menjadi bagian penting dari agenda perguruan tinggi.
Keterlibatan Unhas dalam jejaring tersebut juga membuka peluang bagi sivitas akademika untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan mitra riset di kawasan Asia-Pasifik.
Pengalaman tersebut menjadi modal untuk mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan teknologi.
Tandatangani Bandung Declaration 2026
Salah satu momentum penting dalam pertemuan tersebut ialah penandatanganan SOI-Asia Bandung Declaration 2026 oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama pimpinan institusi anggota SOI Asia.
Deklarasi tersebut menegaskan kembali komitmen komunitas akademik dan riset untuk membangun masyarakat global yang tangguh melalui penguatan hubungan antarinstitusi di kawasan Asia-Pasifik dan wilayah lainnya.
Bagi Unhas, deklarasi ini sekaligus menjadi penanda perjalanan keterlibatan yang telah berlangsung selama lebih dari 25 tahun.
Teknologi terus mengalami perubahan, tetapi kebutuhan untuk membangun manusia dan institusi yang mampu menghadapinya tetap menjadi pekerjaan berkelanjutan.
Dari pengembangan jaringan internet pada awal keterlibatannya hingga menghadapi era AI saat ini, Unhas terus menempatkan teknologi sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
SOI Asia 61st Meeting and 30th Anniversary Conference merupakan pertemuan anggota School on Internet (SOI) Asia yang membahas perkembangan teknologi, pendidikan, riset, dan arah jejaring akademik di kawasan Asia-Pasifik.
Kegiatan tersebut berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, pada 31 Agustus hingga 2 September 2026. (*)





