
Namun, kemudahan akses tersebut perlu diiringi dengan tingkat literasi keuangan yang memadai. Pemahaman yang baik dinilai penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengatur pendapatan dan pengeluaran, serta mengantisipasi berbagai risiko yang dapat menimbulkan kerugian.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasangkayu, Suhardi, mengapresiasi pelaksanaan edukasi tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan kaum perempuan, mengenai berbagai isu di sektor keuangan. Salah satu hal yang dinilai penting adalah kemampuan masyarakat mengenali dan mengantisipasi praktik keuangan ilegal.
Suhardi berharap edukasi keuangan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Pasangkayu.
“Edukasi seperti ini sangat berguna untuk memperluas wawasan masyarakat terkait isu-isu keuangan, khususnya dalam mengenali dan mengantisipasi praktik keuangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Pasangkayu, Asrianur, menilai edukasi keuangan bagi pelajar penting untuk membangun pemahaman sejak dini. Ia berharap para siswa dapat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan sekaligus memahami berbagai risiko yang muncul di ruang digital.





