NewsRegional

OJK Edukasi Warga Bantaeng Kelola Keuangan dan Waspadai Investasi Ilegal

SOLUSIMEDIA.ID, BANTAENG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Salah satunya dilakukan melalui edukasi keuangan yang digelar di Aula Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Bantaeng, Drs. H. Sahabuddin, dan menghadirkan Asisten Direktur Madya Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi Keuangan, dan Pelindungan Konsumen OJK, Mushadi Nurali, sebagai narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, OJK memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap investasi ilegal. Masyarakat dibekali pemahaman mengenai pentingnya menyusun perencanaan keuangan, menentukan skala prioritas, mengatur pendapatan dan pengeluaran, hingga menyiapkan kebutuhan finansial di masa mendatang.

Mushadi Nurali menekankan bahwa literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai produk jasa keuangan, tetapi juga harus diikuti dengan perilaku keuangan yang sehat.

Menurutnya, masyarakat dengan pemahaman keuangan yang baik akan lebih mampu mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum menggunakan produk maupun layanan jasa keuangan. Kemampuan tersebut juga penting untuk mengantisipasi berbagai risiko, termasuk penipuan dan tawaran investasi ilegal.

BACA JUGA  OJK Dorong Transparansi Aset Negara Melalui Lelang Mobil Dinas di Makassar

Dalam edukasi tersebut, OJK turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat atau keuntungan yang dinilai tidak wajar.

Masyarakat diminta menerapkan prinsip Legal dan Logis (2L) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Aspek legal dapat diperiksa dengan memastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki izin dari otoritas yang berwenang. Sementara aspek logis berkaitan dengan kewajaran keuntungan yang ditawarkan dibandingkan dengan risiko investasinya.

Wakil Bupati Bantaeng Sahabuddin mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan tersebut. Ia menilai peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan ini. Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sangat penting agar masyarakat dapat mengelola pendapatan secara lebih bijak, memanfaatkan layanan jasa keuangan secara tepat, serta terlindungi dari berbagai bentuk penipuan dan investasi ilegal,” ujar Sahabuddin.

Ia berharap sinergi antara OJK dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat terus diperkuat sehingga edukasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

BACA JUGA  OJK Perkuat Regulasi dan Pengawasan Industri PPDP untuk Dukung Pembiayaan Pembangunan

Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab.

Program GENCARKAN sendiri menjadi salah satu upaya OJK dalam mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, lembaga pendidikan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin mampu menjadi konsumen sektor jasa keuangan yang cerdas, cermat, dan kritis.

OJK juga mengimbau masyarakat untuk terlebih dahulu mengecek legalitas setiap tawaran investasi atau aktivitas keuangan yang mencurigakan sebelum mengambil keputusan. Masyarakat dapat memanfaatkan kanal informasi dan layanan konsumen OJK untuk memperoleh informasi maupun melakukan pengecekan.

Melalui pelaksanaan GENCARKAN di Bantaeng, OJK bersama pemerintah daerah mendorong terbentuknya masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan, memiliki akses terhadap layanan keuangan secara bertanggung jawab, serta terlindungi dari berbagai risiko keuangan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button