
Ia juga menceritakan bagaimana keterbatasan ekonomi dan berbagai ketidakpastian yang dihadapi dalam perjalanan hidup tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar maupun meninggalkan bidang yang telah dipilih.
“Hubungan antarmanusia merupakan salah satu unsur penting yang memperkuat relasi Indonesia dan Korea Selatan,” kata Prof. Kim.
Menurutnya, kemajuan Korea Selatan tidak terlepas dari investasi besar terhadap pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang mampu menjadi bagian dari proses pembangunan negara.
Hal tersebut, kata dia, juga relevan bagi Indonesia, khususnya kawasan timur yang memiliki potensi generasi muda cukup besar. Penguatan akses pendidikan, pengalaman internasional, dan jejaring akademik dinilai dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, menyambut kehadiran Prof. Kim sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Korea Selatan.
Menurut Prof. Jamaluddin, Unhas ingin memanfaatkan hubungan kedua negara untuk membangun jembatan akademik yang lebih kuat, khususnya antara Indonesia Timur dan Korea Selatan.





