
Dalam forum tersebut, PT Vale turut membagikan penerapan teknologi digital pada kegiatan pertambangan di Bungku Timur, Morowali. Salah satunya melalui Minerva, sistem manajemen tambang yang memungkinkan aktivitas dan peralatan di area operasi dipantau secara real time.
“Minerva kami terapkan agar peralatan untuk kegiatan konstruksi maupun penambangan dapat dipantau secara terintegrasi. Informasi tersebut membantu kami melihat kondisi aktual di lapangan dan mengambil keputusan berbasis data,” jelas Sarjan.
Selain Minerva, PT Vale menerapkan teknologi high precision pada excavator untuk membantu operator melakukan penggalian sesuai desain dan parameter teknis. Teknologi tersebut meningkatkan akurasi pekerjaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada patok survei konvensional dan mendukung konservasi sumber daya mineral.
Menurut Sarjan, digitalisasi menjadi bagian dari upaya menghubungkan produktivitas pertambangan dengan keselamatan, efisiensi dan pengelolaan dampak lingkungan.
“Sejalan dengan tujuan Perseroan, di Morowali kami hadir untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik, bersama. Tujuan tersebut membutuhkan keterlibatan dan kerja sama yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.





