
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mulai membenahi kawasan pusat kota melalui revitalisasi jalur pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin. Penataan ini diarahkan menjadi model pengembangan kawasan pejalan kaki yang terintegrasi dengan ruang hijau, utilitas, drainase, dan akses bagi penyandang disabilitas.
Pekerjaan yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar tersebut mencakup total panjang sekitar 652,9 meter, terdiri dari sekitar 427 meter di Jalan Kajaolalido dan 225 meter di Jalan MH Thamrin.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Kota Makassar, Muhammad Amin, mengatakan revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembenahan permukaan trotoar. Penataan juga mencakup sejumlah utilitas yang berada di sepanjang koridor serta pengaturan vegetasi agar kawasan lebih tertata.
Konsep teknis yang digunakan turut mengadopsi stamp concrete dan beton berpori atau porous concrete. Material tersebut memungkinkan air lebih mudah meresap ke dalam tanah sehingga mendukung pengelolaan air permukaan di kawasan pedestrian.
“Yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya adalah kami mencoba menggunakan stamp concrete dan beton berpori. Ketika disiram air, air dapat langsung terserap,” kata Amin.
Selain aspek teknis, revitalisasi juga memperhatikan keberadaan pepohonan. Sekitar 80 pohon di sepanjang jalur tersebut akan ditata dan sebagian diganti dengan jenis vegetasi yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi kawasan perkotaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan keterlibatan DLH diperlukan karena pekerjaan pedestrian berkaitan langsung dengan ruang terbuka hijau dan kondisi vegetasi di lokasi.
Penataan utilitas juga menjadi bagian penting dalam proyek ini. Hasil inventarisasi mencatat keberadaan sejumlah tiang dan jaringan utilitas, di antaranya dua tiang trafo listrik PLN, 10 tiang penerangan jalan umum, delapan tiang listrik tunggal, serta 62 tiang fiber optik.
Revitalisasi Kajaolalido-Thamrin diharapkan tidak hanya membuat jalur pedestrian lebih nyaman, tetapi juga membentuk koridor kota yang lebih tertata, aman, inklusif, dan mendukung mobilitas pejalan kaki di kawasan pusat Makassar.
Proyek tersebut sekaligus menjadi bagian dari arah penataan beberapa koridor pedestrian utama di Makassar yang sebelumnya telah dirancang pemerintah kota untuk mengintegrasikan jalur pejalan kaki, ruang hijau, drainase, utilitas, dan ruang publik. (*)





