
UIM Al-Gazali sendiri telah mengembangkan budidaya jamur dalam beberapa waktu terakhir. Pengalaman tersebut akan menjadi modal dalam memperluas pengembangan bersama Pemkot Makassar, termasuk melalui pembinaan kelompok tani dan kelompok wanita tani.
“Kami sudah bekerja sama dengan Dinas terkait, membina kelompok wanita tani. Tinggal tingkatkan produksi karena kebutuhan pasar sangat mendesak,” katanya.
Muammar mengatakan sebagian masyarakat bahkan telah mulai mencoba budidaya jamur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dengan adanya kolaborasi bersama pemerintah kota, pengembangan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan memiliki skala yang lebih luas.
Ke depan, Pemkot Makassar bersama UIM Al-Gazali akan menyusun skema teknis program, mulai dari penyediaan bibit, sarana budidaya, pelatihan, hingga pendampingan kepada masyarakat.
Pengembangan jamur tiram putih ini diharapkan menjadi salah satu model urban farming yang menghubungkan potensi perguruan tinggi dengan kebijakan pemerintah serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, lahan terbatas di kawasan perkotaan diharapkan tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi warga. (*)





