
Selama konferensi, panitia juga menyiapkan sekitar 20 panel diskusi yang menghadirkan perwakilan kementerian dan lembaga serta pelaku industri musik dari berbagai latar belakang.
Menurut Ardy, penyelenggaraan KMI di Makassar menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi musik daerah sekaligus memperkuat jejaring pelaku musik lokal dengan industri nasional dan internasional.
“Harapan kami, ini menjadi momentum juga karena Makassar sedang pesat-pesatnya industri musik,” ungkapnya.
Selain agenda konferensi, sejumlah musisi lokal Makassar juga akan mendapat ruang untuk tampil dan membangun jejaring dengan para delegasi. Panitia memperkirakan sekitar 50 hingga 100 band akan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dari jumlah tersebut, delapan band lokal Makassar yang telah melalui proses kurasi akan diberikan kesempatan tampil dalam agenda pertunjukan musik.
“Kami sudah kurasi akan ada delapan band lokal untuk dihadirkan, sehingga bisa berjejaring dengan delegasi, baik secara nasional maupun internasional. Delegasi juga bisa mengenal band-band Makassar unggulan saat ini,” jelas Ardy.
Rangkaian KMI 2026 akan berlangsung di dua lokasi utama. Agenda konferensi dipusatkan di Hotel Claro Makassar, sementara pertunjukan atau showcase musik digelar setiap malam di kawasan Benteng Rotterdam.





