
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mulai memperkuat penjajakan kerja sama dengan Australia untuk membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Konsulat Jenderal Australia di Makassar bersama Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kota Makassar di Makassar Government Center, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan dihadiri Konsul-Jenderal Australia yang baru di Makassar, Sanchi Davis, bersama perwakilan tim IA-CEPA Katalis. Sementara dari Pemkot Makassar hadir Kepala Diskop UKM Makassar, Arlin Ariesta, S.STP., M.Si., bersama jajaran Tim Inkubator Bisnis Kota Makassar.
Pembahasan difokuskan pada peluang kolaborasi dalam pengembangan UMKM, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan pelaku usaha lokal untuk memasuki pasar ekspor.
Sejumlah aspek turut dibahas, mulai dari penyelarasan kebutuhan industri, penguatan ekosistem bisnis, pemanfaatan peluang pasar Australia, hingga transformasi dan digitalisasi UMKM yang tengah dikembangkan Pemkot Makassar.
Arlin Ariesta menyambut positif penjajakan tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Australia dan Katalis dapat membantu memperluas jangkauan pasar UMKM Makassar yang selama ini masih banyak bergerak di tingkat lokal.
“Pembinaan pelaku usaha ekspor ini kita harapkan juga pelaku UMKM, yang mana pasar UMKM selama ini sangat-sangat terbatas, hanya berada dalam lingkup lokal. Ketika ini kita bisa dorong untuk pengembangan, maka bisa menuju pasar global,” ujar Arlin.
Ia juga berharap masukan dari Konsulat Jenderal Australia dan Katalis dapat menjadi referensi bagi Pemkot Makassar dalam menyusun program pengembangan UMKM yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Kami meminta juga masukan-masukan dari Konjen Australia, dari Katalis, bagaimana juga kita ada kolaborasi untuk melakukan pengembangan-pengembangan untuk pertumbuhan ekonomi di Makassar,” lanjutnya.
Selain akses pasar, pembahasan turut mencermati kesiapan UMKM dalam memenuhi persyaratan ekspor. Hal ini mencakup identifikasi berbagai kendala dan kesenjangan kemampuan yang masih dihadapi pelaku usaha.
Penguatan kapasitas UMKM perempuan, pemenuhan standar kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari perhatian dalam pembahasan tersebut.
Pelaku UMKM binaan Inkubator Bisnis Kota Makassar, Azhar, menilai kesiapan ekspor tidak cukup hanya dengan memastikan produk sesuai dengan permintaan pembeli. Pelaku usaha juga perlu memahami regulasi dan ketentuan yang berlaku di negara tujuan.
“UMKM itu tidak cukup hanya memenuhi standar yang dimau market, tetapi juga harus memahami standar regulasi di negara tujuan. Dalam ekspor misalnya, buyer bisa saja sudah menerima spesifikasi produk kita, tetapi regulasi bea cukai atau standar masuk negaranya belum tentu sama,” jelasnya.
Melalui penjajakan kerja sama tersebut, Pemkot Makassar berharap ekosistem UMKM dapat semakin kuat, baik dari sisi kapasitas usaha, kualitas produk maupun pemahaman terhadap ketentuan pasar internasional.
Kolaborasi bersama Australia melalui program IA-CEPA Katalis juga diharapkan dapat membuka jaringan dan akses pasar baru, sekaligus mendorong semakin banyak produk UMKM Makassar memiliki peluang untuk bersaing di pasar global. (*)





