
Dalam penanganan gempa yang melanda NTT pada 15 Agustus 2026, Vale Indonesia menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan obat-obatan kepada masyarakat terdampak pada 21 Agustus 2026.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara pelaku usaha sektor energi dan sumber daya mineral dengan pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam mendukung penanganan dampak bencana di NTT.
Bantuan dari Vale Indonesia diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Otok menilai, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat respons terhadap kondisi kebencanaan.
Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut juga sejalan dengan budaya keselamatan yang diterapkan Vale Indonesia, terutama dalam mengenali risiko, menyiapkan respons, serta membangun kemampuan untuk bertindak cepat ketika menghadapi situasi darurat.
Sementara itu, berdasarkan informasi Kementerian ESDM, Tim ESDM Siaga Bencana mulai bergerak pada 16 Agustus 2026, sehari setelah gempa terjadi. Dukungan yang diberikan mencakup pengerahan personel, logistik, layanan kesehatan, hingga penyediaan kebutuhan energi untuk fasilitas vital di wilayah terdampak.





