
Salah satu upaya yang dibahas ialah Program Kemitraan Kota Hijau, yang mendorong perusahaan berkontribusi melalui Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP), khususnya untuk pengembangan dan penguatan RTH di Makassar.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung penghijauan kota. Selain memperindah kawasan perkotaan, RTH memiliki peran penting dalam menyediakan lingkungan yang lebih teduh, sehat, serta mendukung keseimbangan ekosistem.
Sementara itu, akademisi Dr. Abdul Malik, S.Pi., M.Si., menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan dari lingkup terkecil, yakni rumah dan pekarangan. Ia mengangkat pesan “Sayangi Bumi, Sayangi Diri, Satu Pekarangan, Satu Solusi Lingkungan” sebagai dorongan bagi masyarakat untuk memulai kepedulian lingkungan dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak harus selalu dimulai melalui program berskala besar. Kebiasaan sederhana di rumah dan lingkungan tempat tinggal dapat menjadi langkah awal untuk membangun gerakan bersama menuju kota yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan yang dimoderatori Husen Gailea, SE., AK., tersebut berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Diskusi membahas berbagai persoalan lingkungan sekaligus pengelolaan pemerintahan daerah yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan hidup.





