
Selama pembekalan, para peserta memperoleh materi dari OJK, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta sejumlah lembaga jasa keuangan yang terdaftar dan diawasi OJK.
Materi yang diberikan meliputi peran lembaga dalam sistem keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan, hingga pemahaman mengenai manfaat dan risiko sebelum masyarakat memutuskan menggunakan suatu produk keuangan.
Pembekalan juga tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan. Para finalis mendapatkan pelatihan soft skills berupa public speaking, komunikasi efektif, pengembangan personality, serta leadership.
Kemampuan tersebut menjadi bekal bagi para calon Duta LIK untuk tampil percaya diri sekaligus menyampaikan pesan edukasi keuangan dengan cara yang komunikatif dan mudah diterima masyarakat.
Rangkaian karantina turut diisi dengan berbagai tantangan, aktivitas kelompok, serta pengembangan kreativitas dalam membuat konten edukasi. Para peserta juga melaporkan aktivitas tersebut melalui platform OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI).
Melalui kegiatan ini, finalis didorong untuk menghasilkan gagasan edukasi keuangan yang lebih kreatif dengan menggunakan bahasa yang dekat dengan keseharian masyarakat, terutama kalangan generasi muda.





