MakassarNews

FIN Expo 2026, OJK Perluas Akses Keuangan melalui Kolaborasi dan Peningkatan Literasi

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan akses keuangan masyarakat melalui evaluasi program serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan akses terhadap layanan keuangan dapat semakin luas dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada pembukaan FIN Expo 2026, Kepala OJK-Moch Muhlasin menyampaikan, perkembangan ekonomi dan akses terhadap berbagai instrumen keuangan perlu terus diikuti dengan edukasi yang memadai. Evaluasi diperlukan untuk melihat sejauh mana program yang telah dilaksanakan mampu memperluas akses dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.

Dalam pemaparannya, Kepala OJK juga memaparkan sejumlah perkembangan sektor ekonomi dan keuangan. Ia menyinggung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan serta perkembangan investor dan penggunaan berbagai instrumen keuangan. Data yang disampaikan menunjukkan adanya peningkatan jumlah investor dan Single Identification Number (SID), yang menjadi salah satu indikator meningkatnya partisipasi masyarakat dalam sektor keuangan.

Menurutnya, peningkatan akses tersebut harus terus diimbangi dengan penguatan literasi. Masyarakat tidak hanya perlu mendapatkan kesempatan menggunakan produk dan layanan keuangan, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang cukup agar dapat menentukan pilihan keuangan secara tepat.

BACA JUGA  OJK Beri Perlakuan Khusus Kredit bagi Debitur Terdampak Gempa di 8 Kabupaten NTT

Muhlasin menekankan pentingnya program sosialisasi dan edukasi yang menjangkau masyarakat secara luas. Ia mencontohkan berbagai kegiatan sosialisasi yang melibatkan mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, hingga masyarakat umum sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai akses keuangan.

”Tugas dan tanggung jawab kita adalah bagaimana terus meningkatkan literasi keuangan. Karena saat ini, masih ada sekitar 32 persen masyarakat yang belum paham literasi keuangan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan -Fatmawati Rusdi , menegaskan penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah daerah, kata dia, perlu terus bersinergi dengan OJK dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risiko dari produk keuangan yang digunakan.

BACA JUGA  OJK Sulselbar Sebut Ekonomi Sulsel Tunjukkan Ketahanan,Triwulan III 2025 Tumbuh 5,01%

Kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam memperkecil kesenjangan literasi keuangan. Berbagai program edukasi dan inovasi perlu terus diperkuat sehingga masyarakat semakin mampu memanfaatkan akses keuangan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.

Dalam forum tersebut juga disampaikan pentingnya perhatian terhadap pelaku usaha, termasuk sektor usaha kecil dan menengah. Akses terhadap pembiayaan dan layanan keuangan diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Fin Expo 2026 yang berlangsung mulai tanggal 2 – 4 oktober 2026 di atrium Mall Trans Makassar menjadi momentum memperkuat semangat inklusi keuangan, dengan membuka akses keuangan seluas-luasnya kepada masyarakat, meningkatkan edukasi dan literasi, serta mendorong terciptanya ekonomi yang tumbuh dan masyarakat yang semakin mandiri.

Kegiatan ini menandai Bulan Inklusi Keuangan dari OJK bersama industry jasa keuangan yang berlangsung selama Oktober 2026 yang mengangkat tema ‘Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera’. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button