
Adapun pertukaran dosen dan tenaga ahli membuka kesempatan bagi akademisi untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran, diskusi akademik hingga pengembangan keilmuan di kampus mitra.
Prof. JJ mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika.
“Kerja sama ini kita harapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diterjemahkan dalam program pendidikan, riset bersama, dan pertukaran akademik yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika,” ujar Prof. JJ.
Bagi Unhas dan Unsrat, kemitraan dengan NVSU menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan pendidikan, penelitian lintas negara maupun mobilitas akademisi.
Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian HEPCON 2026, yang mempertemukan perguruan tinggi Indonesia dengan universitas dan mitra pendidikan tinggi dari berbagai negara.
Kehadiran Prof. JJ dalam agenda tersebut sekaligus menjadi momentum unik karena membawa dua perguruan tinggi negeri Indonesia, yakni Unhas dan Unsrat, dalam kerja sama akademik dengan satu perguruan tinggi di Filipina.





