MakassarNews

Munafri Minta Pengembangan Perumahan Makassar Diikuti Sekolah dan Puskesmas

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta pengembangan kawasan perumahan tidak berhenti pada pembangunan unit hunian. Pertumbuhan permukiman, kata dia, harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas dasar agar kebutuhan warga dapat terpenuhi di sekitar tempat tinggal mereka.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026).

Dalam kegiatan bertajuk “Solidaritas dan Kolaborasi REI dalam Mendukung Percepatan Program 3 Juta Rumah” itu, Munafri menilai perencanaan kawasan hunian perlu melibatkan pemerintah dan pengembang sejak awal. Pertumbuhan jumlah rumah dan penduduk harus dipetakan bersamaan dengan kebutuhan sekolah, puskesmas hingga layanan publik lainnya.

“Kalau kita lihat selama ini, tumbuhnya kawasan pemukiman ini luput dari perhatian kita. Pemukiman ini harus tumbuh disertai dengan infrastruktur tambahan seperti sekolah dan puskesmas,” kata Munafri.

Ia mencontohkan perkembangan kawasan perumahan di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Bertambahnya permukiman di wilayah tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai.

BACA JUGA  Kepala Dinkes Makassar Hadiri Pelantikan PERHUMASRI-Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia Sulawesi Selatan

Akibatnya, warga harus keluar dari kawasan tempat tinggal mereka untuk mengakses sekolah. Menurut Munafri, kondisi serupa perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan perumahan baru agar pertumbuhan kawasan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Kebutuhan fasilitas kesehatan dan pelayanan publik juga dinilai harus masuk dalam perhitungan. Pemerintah bersama pengembang perlu menyusun perencanaan yang memperhitungkan keseimbangan antara jumlah hunian dengan kapasitas fasilitas yang dibutuhkan warga.

“Mungkin di setiap rasio pembangunan rumah harus ikut rasio pembangunan sekolah yang ada di sana. Kita perlu duduk sama-sama untuk merencanakan berapa besar rasio yang harus kita laksanakan,” ujarnya.

Munafri juga mengapresiasi kontribusi sektor properti terhadap perekonomian Kota Makassar. Aktivitas pengembang dinilai tidak hanya mendorong pembangunan kawasan hunian, tetapi juga memberikan dampak terhadap penerimaan daerah dan pergerakan ekonomi dari sektor-sektor turunannya.

BACA JUGA  Kota Makassar Pertahankan Juara Umum Dalam Rangka Harganas 2025

“REI ini adalah bagian daripada kelompok masyarakat yang memberikan sumbangsih terhadap pembangunan yang ada di Kota Makassar ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Makassar pada triwulan terakhir mencapai 7,04 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 6,61 persen. Ia menyebut sektor dunia usaha, termasuk real estate dan perumahan, menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang ikut bergerak dalam pertumbuhan tersebut.

Ia pun berharap Musda XV DPD REI Sulsel tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi menghasilkan penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung penyediaan hunian sekaligus penataan kawasan.

“Jadikanlah Musda ini sebagai ajang konsolidasi untuk membangun Kota Makassar dan merealisasikan program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden yaitu program 3 juta rumah,” tutupnya. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button