
“Di pameran seperti ini kami bisa melihat langsung produk mana yang paling banyak ditanya atau diminati pengunjung,” ujar Rosnani melalui keterangan tertulis.
Menurutnya, respons pengunjung menjadi bahan evaluasi bagi perajin dalam mengembangkan produk. Penilaian konsumen tidak hanya berkaitan dengan motif dan warna, tetapi juga model, kualitas bahan, fungsi, serta kenyamanan saat digunakan.
Rosnani menegaskan, pengembangan produk tradisional perlu mengikuti kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan karakter dan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya.
“Ciri khasnya tentu harus tetap dijaga. Tapi kita juga perlu melihat bagaimana produk-produk ini bisa lebih mudah dipakai dan diterima oleh masyarakat sekarang,” tambahnya.
Dorong Inovasi Berbasis Teknologi
INACRAFT 2026 mengangkat tema Techno Craft, yang menekankan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan kerajinan, baik dari segi kualitas, fungsi maupun daya tarik produk.
Bagi Dekranasda Makassar, pendekatan tersebut menjadi peluang untuk mendorong inovasi desain, memperkuat dokumentasi produk, serta memperluas pemasaran melalui kanal digital. Dengan begitu, kerajinan lokal diharapkan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa kehilangan nilai tradisionalnya.





