
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengajak mahasiswa menjadikan matematika sebagai bekal untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat, mulai dari pengelolaan data hingga perencanaan pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Aliyah saat membuka Genius on Mathematics in Real Application (GEOMETRI) 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (9/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ballroom Lantai 3 Gedung Phinisi UNM.
Aliyah hadir mewakili Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Ia mengapresiasi penyelenggaraan GEOMETRI 2026 sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, serta pola pikir kritis.
Menurut Aliyah, matematika tidak sebatas angka, rumus, dan perhitungan di ruang kelas. Ilmu tersebut juga menjadi dasar dalam membangun pola pikir logis, sistematis, dan teliti untuk mengambil keputusan serta menyelesaikan berbagai persoalan.
“Matematika bukan hanya berada di ruang kelas atau di dalam lembar ujian. Matematika hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Matematika dapat membantu kita membaca masalah, mengolah data, memprediksi kondisi, dan merancang solusi,” ungkapnya.
Ia menilai tema Mathematics in Real Application yang diusung GEOMETRI 2026 relevan dengan kebutuhan saat ini. Generasi muda, kata dia, perlu memiliki kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan teoritis menjadi solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penguasaan matematika, sains, teknologi, dan literasi digital juga dinilai penting untuk membentuk generasi yang kompeten, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Aliyah menyebut penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Makassar, sejalan dengan visi Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.
Ia berharap GEOMETRI 2026 tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperluas kolaborasi akademik, membangun jejaring, dan mendorong lahirnya inovasi dari kalangan mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Selain dipersiapkan menjadi tenaga profesional, mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang menghadirkan gagasan dan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kota Makassar, lanjut Aliyah, terbuka terhadap kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan solusi atas berbagai persoalan perkotaan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berani mengeksplorasi hal baru, serta menjadikan proses belajar sebagai ruang untuk mengembangkan potensi.
Kepada peserta GEOMETRI 2026, Aliyah juga berpesan agar aktif berdiskusi, berani mencoba, dan tidak menjadikan kesalahan sebagai penghalang dalam belajar.
“Dari proses mencoba, kita belajar. Dari kesalahan, kita menemukan pengalaman. Dan dari pengalaman, kita membangun masa depan. Mari kita jadikan matematika bukan sekadar ilmu untuk menyelesaikan soal, tetapi ilmu untuk menyelesaikan persoalan kehidupan,” pesannya.
Pembukaan GEOMETRI 2026 turut dihadiri Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Makassar, H. Akhmad Namsum, S.Ag., M.M., serta Wakil Dekan III FMIPA UNM, Prof. Uca, S.Si., M.P., Ph.D., yang mewakili Dekan FMIPA UNM.
Hadir pula Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Noptiadi, S.STP., M.M., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Jurusan Matematika FMIPA UNM, Ja’faruddin, S.Pd., M.Pd., Ph.D., serta Ketua Umum HMJ Matematika FMIPA UNM periode 2026–2027, Muhammad Hidayat Situru, bersama jajaran pengurus.
Aliyah berharap kegiatan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, sivitas akademika UNM, pemerintah daerah, serta masyarakat luas.
Melalui GEOMETRI 2026, mahasiswa diharapkan semakin terampil berpikir kritis dan kreatif, sekaligus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan menjadi inovasi yang berkontribusi terhadap kemajuan Kota Makassar. (*)





