
Pandangan tersebut disampaikan dalam sesi awal yang membahas mobilitas perkotaan atau urban mobility. Dalam pembahasan itu, keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan sistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Appi, pendidikan sejak dini dapat menjadi investasi jangka panjang untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Materi pembelajaran perlu mencakup pemahaman risiko di jalan raya, bahaya gangguan saat berkendara, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta penggunaan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Kita ingin mempersiapkan pengemudi masa depan sedini mungkin, sehingga mereka memahami konsep kecepatan yang aman, batasan kecepatan, serta cara memilih opsi transportasi rendah karbon,” kata Appi dalam penyampaiannya menggunakan bahasa Inggris.
Ia menambahkan, keselamatan jalan merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan. Karena itu, perilaku berkendara yang aman perlu dibangun sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap peraturan.
“Melalui forum ini, saya menegaskan pentingnya menempatkan keselamatan manusia sebagai salah satu pijakan dalam membangun sistem mobilitas masa depan, dimulai dari langkah sederhana tetapi mendasar,” jelasnya.





