
Syarief menyebutkan, sekitar 1.000 santri akan menghadiri upacara tersebut. Sejumlah penampilan dari para santri juga disiapkan untuk memeriahkan rangkaian peringatan.
“Jadi, kurang lebih 1.000 santri akan hadir di halaman Balai Kota tanggal 22 Oktober. Nantinya juga ada beberapa penampilan dari santri-santri kita dalam rangka Hari Santri,” jelasnya.
Berdasarkan data Kementerian Agama yang menjadi rujukan pemerintah, Makassar memiliki 34 pondok pesantren. Jumlah tersebut belum mencakup sekolah Islam terpadu dan lembaga pendidikan tahfiz lainnya.
Untuk memperluas partisipasi, Pemkot Makassar juga merencanakan pelibatan perwakilan sekolah Islam terpadu. Selain itu, pimpinan organisasi kemasyarakatan, pengelola pondok pesantren, serta perwakilan yayasan pendidikan pesantren turut diundang.
Rangkaian kegiatan lainnya akan dikoordinasikan bersama forum pondok pesantren, termasuk penampilan santri untuk menunjukkan kreativitas, bakat, dan potensi generasi muda di lingkungan pendidikan Islam.
Momentum Perkuat Persatuan dan Kebangsaan
Syarief menegaskan, Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.





