
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mempercepat normalisasi saluran drainase di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan.
Sebanyak 150 personel Satuan Tugas (Satgas) Drainase dikerahkan untuk membersihkan saluran air, memperbaiki drainase di sisi jalan, hingga memeriksa fungsi pintu air di sejumlah titik rawan, termasuk Kompleks Mangga Tiga dan Kompleks Gubernur.
Kepala Bidang Drainase Dinas PU Makassar, Lukmanul Hakim, mengatakan pengerjaan dilakukan lebih awal sebagai langkah mitigasi menghadapi peningkatan curah hujan yang diprakirakan terjadi pada November dan Desember 2026.
Menurutnya, Paccerakkang menjadi salah satu kawasan yang kerap mengalami genangan saat musim hujan sehingga membutuhkan penanganan intensif.
Hasil peninjauan dan pengerjaan di sepanjang Jalan Paccerakkang menunjukkan adanya sejumlah kendala yang menghambat aliran air. Dua persoalan utama yang ditemukan yakni penumpukan sedimen tanah dan sampah rumah tangga di saluran drainase.
Sedimentasi menyebabkan saluran mengalami pendangkalan dan penyempitan. Sementara itu, sampah yang menyumbat saluran turut mengurangi kapasitas aliran air, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kapasitas saluran yang berkurang dapat memperlambat aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat,” ujar Lukman.
Normalisasi ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ke kawasan Biringkanaya. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan genangan yang berulang dan kerap dikeluhkan warga.
Dalam pelaksanaannya, Dinas PU berkoordinasi dengan aparatur pemerintah kecamatan setempat agar penanganan drainase sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Selain mengandalkan pengerjaan teknis, Pemkot Makassar juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan saluran air. Upaya tersebut dinilai penting agar drainase yang telah dibersihkan tetap berfungsi optimal.
“Kami mengajak masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing,” pungkas Lukman.
Warga juga diimbau tidak membuang sampah ke selokan, tidak menutup jalur aliran air secara sembarangan, serta menghidupkan kembali gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko genangan saat musim hujan. (*’





