
“Kenapa kita harus menggunakan masker? Karena terjadi pencemaran udara,” ujar Zulkifly.
Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan BMKG menunjukkan kualitas udara Makassar dalam dua hari terakhir berada pada kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan polutan, khususnya bagi anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Selain membagikan masker, Pemkot Makassar meminta pihak sekolah membatasi aktivitas peserta didik di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Kepala sekolah dan guru diimbau memperbanyak kegiatan belajar mengajar di dalam kelas serta mengurangi sementara aktivitas olahraga, bermain di lapangan, dan kegiatan lain yang berpotensi meningkatkan paparan udara tercemar.
“Kami mengimbau siswa menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan yang meningkatkan paparan terhadap udara tercemar,” kata Zulkifly.
Berdasarkan rapat koordinasi lintas sektor bersama BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), penurunan kualitas udara di Makassar diduga dipengaruhi kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah. Selain itu, emisi kendaraan bermotor di dalam kota turut berkontribusi terhadap pencemaran udara.





