
Menurut Zulkifly, keikutsertaan Makassar tidak sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan dan potensi daerah di hadapan para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.
Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak meremehkan persiapan, mengingat kegiatan tersebut akan dihadiri para bupati dan wali kota dari berbagai daerah.
“Jangan sampai kegiatan yang dihadiri para bupati dan wali kota ini menempatkan kita sebagai tuan rumah yang tidak siap dibanding kabupaten lainnya. Hal ini yang harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Pemkot Makassar telah membagi tugas kepada sejumlah perangkat daerah. Dinas Koperasi dan UKM menjadi koordinator pameran, termasuk menata produk UMKM unggulan serta menyiapkan paket pasar murah bersubsidi bersama pihak terkait.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata bertanggung jawab atas penataan desain dan dekorasi stan pameran Makassar, termasuk menyiapkan materi visual serta sajian kuliner khas daerah. Salah satu menu yang akan dihadirkan ialah pallubasa sebanyak 100 porsi.
Dinas Perdagangan bersama Dinas Ketahanan Pangan bertugas memastikan ketersediaan komoditas pangan pokok untuk mendukung program pasar murah. Adapun Dinas Komunikasi dan Informatika menyiapkan video profil berdurasi dua menit yang menampilkan kolaborasi pembangunan antara Pemkot Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.





