
“Ini sangat penting, bukan hanya membangun olahraga, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antara masyarakat melalui olahraga, dan tentu akan membangun prestasi olahraga di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis olahraga masyarakat dalam menyediakan ruang bagi pemuda untuk menyalurkan energi secara positif, terutama sebagai langkah preventif meredam aksi perang kelompok yang kerap marak di perkotaan.
“Tentu kita berharap ada wadah yang mampu menaungi atau memberikan tempat bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara positif,” jelas Appi.
Ia pun mendorong KORMI untuk terus konsisten menghadirkan program berkesinambungan agar ekosistem olahraga masyarakat di Makassar terus berkembang dari tahun ke tahun.
Sementara itu, Ketua KORMI Kota Makassar, Andi Rian Adrian, mengungkapkan bahwa FORKOT Makassar 2026 melibatkan 23 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dari 15 kecamatan. Kemeriahan pun makin terasa saat pawai kontingen menampilkan keberagaman olahraga rekreasi dari masing-masing wilayah.
Ia berharap perhelatan ini dapat mempopulerkan berbagai jenis olahraga tradisional dan rekreasi kepada generasi muda, menciptakan lingkungan warga yang lebih aktif, sehat, dan harmonis. (*)





