MakassarNews

Di Forum APEKSI 2026 Singkawang, Aliyah Mustika Ilham Promosikan Wisata Bahari dan Julukan Kota Makan Enak

SOLUSIMEDIA.ID, SINGKAWANG — Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan panggung Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Rembuk Kebudayaan 2026 di Singkawang, Kalimantan Barat, untuk mendongkrak daya tarik pariwisata daerah.

Dalam ajang tingkat nasional tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara ceria memaparkan tiga keunggulan utama Kota Daeng: kekayaan gastronomi legendaris, pelestarian warisan tradisi, hingga daya pikat wisata bahari.

Pemaparan tersebut disampaikan Aliyah saat menjadi pembicara pada sesi Leaders Talk bertajuk “Mengenal dan Mempromosikan Warisan Kota, Menolak Lupa, Menolak Runtuh, Menolak Punah” di Hotel Swiss-Belinn Singkawang, Jumat (16/10/2026).

Pada forum yang dihadiri deretan kepala daerah se-Indonesia tersebut, Aliyah tampil satu panggung bersama Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Asisten Pemerintahan Kota Semarang Budi Prakosa, serta Kabag Pemerintahan Kota Kediri Herry Krismono.

Pemkot Makassar turut menayangkan video dokumenter yang memvisualisasikan keindahan wisata pesisir, aneka ragam kuliner khas, dan hangatnya kearifan lokal Makassar.

BACA JUGA  Iriana Jokowi Tinjau Pelayanan di Posyandu Asoka VIIA, Wujud Komitmen Danny Pomanto Benahi Posyandu Jadi Ujung Tombak Intervensi Stunting

“Kota Makan Enak”: Kuliner dari Pagi Hingga Malam

Dalam gagasannya, Aliyah menekankan bahwa sektor gastronomi merupakan identitas kuat yang selalu membekas di hati para pelancong.

“Sesungguhnya Kota Makassar selama ini dijuluki sebagai Kota Makan Enak. Jadi, setiap tamu yang datang ke Makassar, salah satu yang kami tawarkan memang kulinernya. Kalau berkunjung ke Makassar, siap-siap overweight, bukan hanya bagasinya, tetapi juga berat badannya,” kelakar Aliyah yang disambut hangat para peserta.

Ia menjabarkan kekayaan kuliner Makassar yang bisa dinikmati sepanjang hari—mulai dari Coto dan Nasi Kuning untuk sarapan, hidangan laut segar di siang hari, hingga Songkolo Bagadang saat larut malam. Bagi Pemkot Makassar, kuliner bukan sekadar hidangan, melainkan bagian dari warisan budaya yang wajib dilestarikan.

Sensasi Sunset Sailing Berlayar Kapal Pinisi

Selain kuliner, Aliyah turut menyoroti potensi bahari Makassar yang memiliki sekitar 12 gugusan pulau. Salah satu magnet wisata yang kini tengah populer adalah paket sunset sailing.

BACA JUGA  Pjs Wali Kota Arwin Azis Ajak Jemaah Masjid Darussalam Bijak Berpilkada dan Ikut Sabtu Bersih

“Kami juga memiliki kurang lebih 12 kepulauan di Kota Makassar. Akhir-akhir ini, salah satu yang menjadi favorit tamu adalah sunset sailing, menikmati matahari terbenam dengan kapal pinisi dan kuliner yang kami siapkan di kapal,” papar Aliyah.

Untuk menunjang atraksi wisata tersebut, Pemkot Makassar mengoperasikan dua armada kapal pinisi, di samping dukungan layanan serupa dari pelaku usaha pariwisata swasta.

Perkuat Jejaring Promosi Antardaerah

Mengakhiri pemaparannya, Aliyah mengundang secara terbuka seluruh kepala daerah dan delegasi APEKSI untuk datang bertandang ke Makassar.

“Kami siap menantikan kehadiran Bapak dan Ibu di Makassar. Mudah-mudahan, melalui pertemuan ini, kita bisa semakin mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi, dan saling mempromosikan potensi yang dimiliki masing-masing kota,” pungkasnya.

Dalam agenda ini, Aliyah didampingi jajaran pejabat Pemkot Makassar, di antaranya Sekretaris Dinas Kebudayaan Sri Wahyuli Malik dan Kabid Humas IKP Diskominfo Makassar Abdullah. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button