
Ia menambahkan bahwa perbedaan tradisi bukan sekat pemisah, melainkan modal sosial untuk membangun tatanan hidup yang harmonis. Nilai toleransi tinggi yang melekat pada Kota Singkawang pun dinilainya patut menjadi inspirasi bagi kota-kota lain, termasuk Makassar.
“Toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga bagaimana kita membangun rasa saling menghargai dan hidup berdampingan secara harmonis. Nilai-nilai inilah yang perlu terus kita tanamkan agar keberagaman menjadi kekuatan dalam memperkokoh persatuan bangsa,” ungkapnya.
Aliyah juga mengutarakan ketertarikannya atas kekayaan tradisi Singkawang dan berencana mengundang secara resmi Pemerintah Kota Singkawang untuk melakukan kunjungan balasan ke Kota Makassar.
“Insyaallah, ke depan kami juga ingin mengundang Pemerintah Kota Singkawang untuk berkunjung ke Kota Makassar. Kami berharap melalui pertemuan ini, hubungan silaturahmi semakin erat dan dapat ditindaklanjuti dengan kolaborasi nyata, khususnya dalam pengembangan kebudayaan dan promosi potensi daerah,” tuturnya.
Perhelatan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026 ini dihadiri sekitar 98 kepala daerah dan delegasi kota seluruh Nusantara. Hadir di antaranya Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, serta Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, selaku tuan rumah.





