
Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kecakapan mengelola keuangan sebagai fondasi kesejahteraan keluarga.
“Cerdas dalam memperoleh uang, cerdas dalam membelanjakan uang, dan cerdas dalam menyimpan uang,” ujar Dedi.
Ia mengajak masyarakat mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan, menghindari perilaku konsumtif, serta menggunakan pinjaman sesuai kemampuan keuangan.
Sementara itu, Darwisman menyampaikan bahwa kolaborasi OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan penting untuk memperluas akses pembiayaan sektor produktif.
“Melalui momentum FinExpo 2026 ini, kami berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga akses keuangan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan berbagai sektor produktif lainnya,” kata Darwisman.
Dalam rangkaian BIK, OJK Jawa Barat menggelar 15 kegiatan edukasi keuangan bagi 4.500 UMKM di Bogor, Bekasi, dan Purwakarta. Edukasi tersebut mendorong pelaku usaha meningkatkan kemampuan mengelola arus kas, pencatatan keuangan, dan akses pembiayaan.
OJK juga memberikan edukasi kepada sekitar 2.000 santri Daarut Tauhiid pada 10 Oktober 2026, disertai pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel), untuk menanamkan budaya menabung dan pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah.





